Inilah Ketentuan, Bukan Kebetulan

Seringkali kita mengalami hal-hal yang di luar logika,.. ya, di luar logika, karena sebanyak apapun kerutan di dahi yang berhasil kita buat rupanya tak kunjung membuat kita paham dan mengerti mengapa hal-hal tersebut terjadi, atau dengan logika ilmu apa yang bisa menjelaskan runutan proses alam/buatan sehingga membuat semua itu terjadi, lalu ujung-ujungnya kebanyakan dari kita dengan ringannya berkata “ah cuma kebetulan ini sih”.

Tahu kah bahwa tak ada secuil pun kejadian di muka bumi ini yang terlepas dari kuasa-Nya? tahu kah bahwa apapun yang atas seizin-Nya pastilah akan terjadi, pun sebaliknya yang tak berizin dari-Nya mustahil akan terjadi?

Kemudian seperti biasanya, pertanyaan timbul, mengapa kita lebih sering mengatakan “ah kebetulan” ? padahal tak ada sesuatu apapun yang luput dari genggaman-Nya

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)

QS Al-An’am 59

Selain itu kebetulan sebenarnya bisa kita hitung dengan matematika, bab mengenai kebetulan dalam matematika biasa disebut dengan peluang. Sebagai contoh sederhana bila seseorang yang matanya ditutup kemudian diminta untuk mengambil sebuah bola yang berwarna putih di dalam keranjang yang berisi dua bola di mana bola yang satunya lagi berwarna merah, maka nilai kebetulan terambilnya bola berwarna putih adalah 1/2 atau 0,5. Namun bila di kita tambahkan 8 bola merah ke dalam keranjang tersebut (jumlah total bola di keranjang menjadi 10 bola) maka nilai kebetulan terambilnya bola berwarna putih semakin kecil yakni 1/10 atau 0,1. Lalu bagaimana bila ke dalam keranjang tersebut ditambah lagi bola merahnya menjadi 100, 1000, 10000 dan seterusnya ? bisa kita pastikan bahwa nilai kebetulan terambilnya bola berwarna putih menjadi semakin kecil. Lalu apakah kita masih bisa menyebutnya sebuah kebetulan bila bola yang ada di dalam keranjang semakin banyak tapi si orang yang tertutup matanya tersebut masih bisa mengambil bola warna putih dengan tepat? jangan-jangan orang tersebut tidak benar-benar tertutup matanya dan dengan sengaja mengambil bola berwarna putih, karena nilai kepastian/kebenaran/kesengajaannya sangatlah tinggi yakni 0,999999 atau 99,9999%

Kemudian bagaimana pula dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini, yang jumlah objeknya tak terhingga? maka nilai kebetulannya akan menjadi semakin kecil lagi yaitu 1/∞ yang berarti 0 yang juga berarti nilai kepastian/kebenaran/kesengajaan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi 1 (pasti dan disengaja supaya terjadi).

Lalu masihkah berpikir bahwa semua yang terjadi pada kita hanya sebuah kebetulan semata? atau semoga sudah menyadari bahwa semua yang terjadi kepada kita adalah pasti dan sudah disengaja oleh-Nya sebagai ketentuan-Nya atas kita semua makhluk-Nya.

Wallahu’alam Bi Shawab

ramadoni (23 Posts)

Lelaki ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Tahun 2005, Doni melalui SPMB diterima di program Studi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Keperawatan tahun 2009. Walau mengenyam materi keperawatan, Ia sebenarnya sangat menyukai bidang Web Development, Photography, Videography, Computer Hardware, Social Media, dan Olahraga (Taekwondo dan Volley). Selama menjadi mahasiswa ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa baik tingkat Fakultas maupun Universitas. Di usia 23 tahun Doni mampu membulatkan tekad untuk segera menggenapkan separuh agama nya dengan menikahi perempuan pilihannya, Nurul Widiyastuti. Dalam berumah tangga, Ia ingin sekali menjadi ustadz minimal di keluarga nya sendiri yang senantiasa mengingatkan dan memberi contoh yang baik tentang nilai-nilai Islam.


Leave a Reply