Percakapan #2

Adik : “Kak, boleh tanya ?”

kakak : “Ya, silahkan”

Adik : “apa yang membuat kakak menerima abang ku menjadi suami kakak sekarang?”

kakak : “menurut mu, apa?”

adik : “analisa ku.. cinta? ah masa sih kak cinta, padahal pacaran pun tidak. kalian kenal beberapa pekan sebelum khitbah.”

kakak : “analisa mu lainnya, apa?”

adik : “Karena kalian dahulu sudah saling kenal, satu organisasi di kampus. benar?”

kakak : “banyak juga diluaran sana yang satu organisasi, bertahun-tahun bahkan hingga mereka lulus. tapi berjalan masing-masing. tidak bertemu di pelaminan, bukan?”

adik : ” lalu, apa? karena menurut ku semua proses kakak dan abang berlangsung cepat. bahkan untuk kalian masing-masing belum tahu watak dan karakter seluruhnya kan?”

kakak : “ketika kamu sudah mengerti tentang makanan, kamu pernah menolak masakan mama tanpa bertanya “ma, itu apa?” . pernah?”

adik : “gak pernah kak, sekalipun aku nantinya gak suka, tapi diawal pasti aku tanya.”

kakak : “dan kemungkinan lagi setelah kamu suka , ada pertanyaan lanjutan seperti “yang bikin asam ini ditambah apa ma?” “atau “bisa lunak gini diapakan ma?”. Lalu kamu menerima masakan itu tanpa ada syarat lagi, apa harus dihidangkan di piring besar atau kecil, piring besar atau kecil itu hanya luarnya, bukan piring yang menjadikan enak, yang penting rasa nya. seperti itu, bukan?”

adik : “bisa jadi. terus apa hubungannya kak?”

kakak : “sini aku coba jelaskan sesuatu. besar harapan ku, kamu akan mengerti dan ingat ini hingga nanti. laki-laki datang melamar itu ada dua kemungkinan, apa lamarannya akan diterima ataukah ditolak oleh wanita pilihannya. Satu hal yang perlu diingat, proses sebelum lamaran berlangsung ada proses saling mengenal. Disini silahkan mencari tahu mengenai pasangan masing-masing, disarankan dari orang terdekatnya, karena nya dahulu kakak memilih untuk banyak bertanya dan mencari tahu dari mama mu, seperti apa abang mu. Jika sesuai dengan apa yang menjadi niat kita -niat disini dalam artian mencari pasangan untuk membangun sebuah keluarga yang kita impikan- lanjut proses khitbah. Kemudian akad nikah sesuai tanggal yang disepakati keduabelah pihak. seperti itu. Bingung?”

adik : “jadi selalu ada proses bertanya dan mencari tahu ya kak, sebelum akhirnya jadi suka. Baik dalam konteks masakan atau mencari pasangan, dan dalam mencari pasangan yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mencari tahu itu. Ada yang kemudian karena berlandaskan “mencari tahu” mereka membolehkan pacaran. Takut kalau-kalau salah pilih, salah nerima. maka nya kita disuruh dekat dengan Allah ya kak, biar gak salah milih jodoh apalagi dengan cara pacaran. oiya kak kenapa sih wanita itu dipilih bahkan untuk jadi istri. Enak ya laki-laki bisa milih sesuka nya? ”

Kakak : “wanita pilihan. Kesannya gimana gitu ya? Kamu tau, ini menjadi percakapan kakak dan abang mu di hari-hari pertama pernikahan kami. Berbaik sangka lah, sekalipun menjadi wanita pilihan bukan berarti bisa langsung menjadi istri nya kan? Wanita pun harus mencari tahu “siapa” lelaki yang datang ini, karena nya kita pun boleh untuk menolak jika akhlak dan agama lelaki ini tidak sesuai dengan yang seharusnya. terakhir, mengenai cepat nya proses kakak dan abang mu, semua sudah tertulis dan sesuai dengan skenario Nya. cepat atau lambat itu ukuran manusia.”

Adik : “kak, rasa nya aku tahu kenapa kakak menerima abang ku, meskipun kakak tidak langsung menjawabnya.”

Kakak : “Dek, jika ada lelaki yang kemudian hari datang padamu, berjanji untuk menikahi mu, namun tidak diiringi dengan kesungguhannya mendatangi mama dan bapak, jangan buka hati mu untuk nya. Lelaki baik pasti lah tahu cara yang baik dalam menjemput jodohnya. Ia tidak suka berjanji, kecuali perjanjian yang ia ucap saat bersalaman dengan wali mu, yang kemudian janji itu Allah saksikan atas kalian. Kamu paham ini, dek?”

Adik : *menganggukkan kepala* *memeluk kakak nya*

lunbul89 (75 Posts)

Bulun panggilannya, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Melalui SPMB tahun 2007 Nurul berhasil menjadi mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ia mendapat gelar Sarjana Keperawatan Tahun 2011. Melanjutkan program studi Profesi Keperawatan satu tahun setelah nya hingga meraih gelar Ners. Juli 2012 ia menyudahi rangkaian studi selama 5 tahun. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas, Lembaga dakwah Kampus juga Lembaga Dakwah Fakultas menjadi “tempat belajar” Nurul selama menjadi mahasiswi. Perempuan yang suka membaca buku, menulis, dan membaca puisi ini mengakhiri masa lajang nya dua bulan usai berakhirnya program profesi. Masih berdecak kagum dan bertasbih memuji Tuhan nya ketika dengan sadar bahwa yang menjadi suami nya kini ialah kakak tingkat satu fakultas nya saat menjadi mahasiswi yang meng-ospek angkatan-nya saat tahun 2007 lalu.


Categories: Uncategorized

Leave a Reply