Kemampuan Tak Terbatas, Benarkah?

Menulis merupakan hal yang naik-turun di kehidupan saya pribadi, layaknya iman yang memang tak pernah berdiam di satu titik kondisi kehidupan. Membuat saya teringat bahwa kesukaan saya menulis ini diawali saat duduk di bangku SMA, kala itu saya sering menulis dalam bentuk puisi. Kenapa puisi? karena saat itu saya baru kenal sama yang namanya cinta (monyet) dan entah kenapa dengan mudahnya saya menuliskan kata-kata indah yang tertuju untuk pujaan hati kala itu, meski hanya untuk dinikmati sendiri karena tak punya cukup nyali untuk memberi kepadanya :p.

Selepas SMA kemudian saya masuk ke dunia kampus, di sini lah saya mengenal yang namanya blog. Blog pertama kali yang saya buat menggunakan layanan blogging gratis dari google dengan blogspot-nya. Adalah punyadoni.blogspot.com yang menjadi media online pertama yang saya gunakan untuk menyalurkan kesukaan saya dalam menulis, namun setelah mengenal WordPress akhirnya saya berpindah ke lain hati dan jadilah sekarang saya menggunakan layanan hosting profesional dari hostingnesia.com untuk menampung tulisan-tulisan saya di blog.

Ada yang menarik dalam sejarah pribadi saya melakukan kegiatan menulis, yaitu jenis tulisan yang saya hasilkan ternyata bermacam-macam dan selalu mengikuti kondisi kehidupan saya. Sebagai contoh sewaktu saya SMA dan sedang dalam masa galau-galaunya dalam percintaan, tulisan yang saya hasilkan berupa puisi dengan kata-kata yang indah (kata teman saya yang membacanya waktu itu). Namun ketika di masa perkuliahan, di mana saat itu pikiran saya dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan aktif di organisasi kampus, maka tulisan yang saya hasilkan lebih banyak berupa tulisan ilmiah dan artikel-artikel yang bersifat provokatif retorika. Lalu sekarang di saat saya sudah menikah dan memiliki seorang istri yang cantik jelita, tulisan yang saya hasilkan lebih banyak membahas tentang hubungan cinta yang lebih dewasa dan juga beberapa tulisan provokasi  motivasi untuk teman-teman yang belum menikah.

brainpower

sumber gambar : thefeelgoodlifestyle.com

Kemudian saya menjadi curiga, apakah mungkin sebenarnya manusia itu memiliki kemampuan menulis yang tidak terbatas? maksudnya, seorang penulis tidak melulu menuliskan satu jenis tulisan atau dalam tema tertentu, namun juga bisa menulis dalam bentuk apapun dan dalam tema apapun sesuai dengan kondisi kehidupannya, dan tentunya akan berkualitas bila sang penulis terus mengasah kemampuannya dalam menulis di berbagai jenis tulisan dan dalam tema yang bermacam-macam. Benarkah??? hhmmm….

ramadoni (23 Posts)

Lelaki ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Tahun 2005, Doni melalui SPMB diterima di program Studi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Keperawatan tahun 2009. Walau mengenyam materi keperawatan, Ia sebenarnya sangat menyukai bidang Web Development, Photography, Videography, Computer Hardware, Social Media, dan Olahraga (Taekwondo dan Volley). Selama menjadi mahasiswa ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa baik tingkat Fakultas maupun Universitas. Di usia 23 tahun Doni mampu membulatkan tekad untuk segera menggenapkan separuh agama nya dengan menikahi perempuan pilihannya, Nurul Widiyastuti. Dalam berumah tangga, Ia ingin sekali menjadi ustadz minimal di keluarga nya sendiri yang senantiasa mengingatkan dan memberi contoh yang baik tentang nilai-nilai Islam.


Leave a Reply