Pagi yang Selalu Begitu

pagi

Pagi
Sudah bertemu kah kita dengan pagi?
Jika tidak, kemana pagi mu pergi?
Ikat pagi mu baik-baik.
Karena pagi kantung semangat kita terisi.

Ya. Pagi selalu begitu,
Ia bukan pemilih dalam hal mendatangi manusia.
Semangat yang dibawa pagi akan selalu sempurna bahkan ketika langit hatimu berawan.

Pagi selalu begitu,
Seringnya memaksa bayang orang terkasih menelusup di antara sinar-sinar matahari yang masuk halaman rumah.
Mencerna mimpi yang hadir menyelimuti tidur semalam.
Menelisik bahwa menjadi aku adalah hal yang terindah ketika mampu menyelip nama mu dalam doa penuh harap.

Pagi selalu begitu,
Suka-nya menjamu asa yang kuat melekat
Menyemai cinta yang bertumbuh penuh
Bahkan terkadang menyesak napas saat hadir bayang tak disertai nyata
Hingga menggemuruh dada akan inginnya jumpa
menjadi candu untuk terus bersama

Untuk pagi yang selalu begitu,
berikan semangat mu pada ku, lalu ku biarkan rindu ini hingga tidak akan pernah menua.

lunbul89 (75 Posts)

Bulun panggilannya, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Melalui SPMB tahun 2007 Nurul berhasil menjadi mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ia mendapat gelar Sarjana Keperawatan Tahun 2011. Melanjutkan program studi Profesi Keperawatan satu tahun setelah nya hingga meraih gelar Ners. Juli 2012 ia menyudahi rangkaian studi selama 5 tahun. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas, Lembaga dakwah Kampus juga Lembaga Dakwah Fakultas menjadi “tempat belajar” Nurul selama menjadi mahasiswi. Perempuan yang suka membaca buku, menulis, dan membaca puisi ini mengakhiri masa lajang nya dua bulan usai berakhirnya program profesi. Masih berdecak kagum dan bertasbih memuji Tuhan nya ketika dengan sadar bahwa yang menjadi suami nya kini ialah kakak tingkat satu fakultas nya saat menjadi mahasiswi yang meng-ospek angkatan-nya saat tahun 2007 lalu.


Leave a Reply