Perempuan Terdidik

Buat saya dan istri, pendidikan tinggi untuk perempuan itu sangat penting, kenapa?

Karena perempuan lah yang paling menentukan keberhasilan pendidikan anak-anaknya, karena perempuan lah lembaga pendidikan pertama yang dinikmati anak-anaknya, dan karena perempuan lah pemimpin urusan rumah tangga.
Dan tahukah kau bahwa hanya rumah tangga yang diatur dan disiapkan langsung dengan baik oleh perempuan-perempuan pintar lah yang berpeluang besar menghasilkan penerus-penerus keluarga yang hebat dan bermanfaat bagi lingkungannya?

sumber gambar : http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/20/perempuan-dan-pendidikan-451391.html

sumber gambar : http://bit.ly/XVbSTU

Jadi menurut hemat kami (saya dan istri), perempuan dengan pendidikan tinggi adalah sebuah keharusan, bukan untuk menjadi pekerja dengan karir yang tinggi, bukan untuk menjadi pemimpin-pemimpin partai, bukan juga untuk menjadi pucuk pimpinan perusahaan dengan ribuan karyawan… apalah arti itu semua bila mengurus anak-anak dan rumah tangganya saja berantakan?
tapi perempuan harus berpendidikan tinggi karena ia menjadi jenderal urusan pendidikan anak-anaknya, menjadi presiden urusan rumah tangganya, dan kedua urusan besar tadi bukanlah perkara mudah karena keduanya adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan sebuah keluarga yang sejatinya sebagai unit penentu keberhasilan sebuah bangsa dan peradaban.

Jika sudah seperti ini, tampaklah kecil dan tak bergunanya seorang laki-laki yang berbuat kasar kepada perempuan, terutama seorang suami yang menindas istrinya, karena ia secara langsung sudah menindas keberhasilan keluarganya sendiri yang seharusnya ia pimpin dan ayomi dengan baik.

ramadoni (23 Posts)

Lelaki ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Tahun 2005, Doni melalui SPMB diterima di program Studi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Keperawatan tahun 2009. Walau mengenyam materi keperawatan, Ia sebenarnya sangat menyukai bidang Web Development, Photography, Videography, Computer Hardware, Social Media, dan Olahraga (Taekwondo dan Volley). Selama menjadi mahasiswa ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa baik tingkat Fakultas maupun Universitas. Di usia 23 tahun Doni mampu membulatkan tekad untuk segera menggenapkan separuh agama nya dengan menikahi perempuan pilihannya, Nurul Widiyastuti. Dalam berumah tangga, Ia ingin sekali menjadi ustadz minimal di keluarga nya sendiri yang senantiasa mengingatkan dan memberi contoh yang baik tentang nilai-nilai Islam.


Leave a Reply