Mau upload foto ke fesbuk? yuk baca ini dulu..

facebook_logo_detailPagi ini entah kenapa saya ingin sekali melihat-lihat album foto pribadi yang selama ini saya unggah ke fesbuk. Banyak juga rupanya wajah saya yang terpampang di sana, ada beberapa memang yang bukan saya sendiri pengunggahnya. Namun lainnya? ya lebih banyak saya sendiri yang mengunggah foto yang di dalamnya terpampang wajah saya.

Perlu saya perjelas bahwa bukan maksud saya di tulisan ini untuk menghakimi orang lain yang biasa mengunggah foto pribadinya ke fesbuk, tulisan ini hanyalah bentuk refleksi atas apa yang selama ini saya lakukan, dan berharap ada sesuatu yang bisa pembaca ambil darinya, hal yang positif tentunya.

Sudah agak lama memang sejak terakhir saya mengunggah foto diri saya sendiri ke fesbuk, entah kenapa ada semacam borgol yang mengunci jemari untuk mengunggah foto-foto…

yang menurut saya pribadi menarik,

yang menurut saya pribadi bisa dijadikan bahan lucu-lucuan untuk teman-teman saya di facebook,

yang menurut saya pribadi bisa membuat orang lain berpikir sesuatu yang saya inginkan atas diri saya.

 

Namun borgol jemari yang belum terdefinisi tadi, seakan mengunci mati jemari saya agar tidak mengarahkan dan menekan tombol mouse yang membuat foto-foto tersebut bisa sampai ke fesbuk dan akhirnya dilihat oleh dua ribu lebih teman-teman saya di fesbuk.

Lalu kemudian saya sadar bahwa borgol jemari yang (ternyata) merupakan rem di bawah alam sadar ini senantiasa melemparkan pertanyaan-pertanyaan atas segala hal yang akan dilakukan oleh jemari saya ketika ber-fesbuk ria, ialah:

Apakah gambarmu memiliki manfaat bagi yang melihatnya?

Jika ada, coba kau jelaskan pada dirimu sendiri apa manfaatnya?

Jika ada, coba kau tanya sekali lagi apakah terselip rasa sombong dan bangga di dalamnya?

 

Apakah gambarmu bisa menyakiti hati orang lain yang melihatnya?

Jika tidak, adakah ilmu yang hendak kau sampaikan atasnya?

Jika tidak, sejauh apa kah kebahagiaan orang lain yang bisa kau buat karenanya?

 

Apakah gambarmu bisa menjauhkan dirimu dari sapaan api neraka?

Jika bisa, seberapa jauhkah bisa kau menjauhi api neraka dengannya?

Jika bisa, cukupkah kau bisa dekatkan dirimu dengan syurga karenanya?

 

“Ah jauh banget sih, pengen aplot foto ke pesbuk aja segitu repotnya, ampe bawa-bawa surga-neraka pula”

Ya karena memang begitulah sejatinya semua manusia yang diberi hidup di dunia, tiada satu pun yang luput dari pertanggungjawaban di akhirat kelak atas segala yang dilakukannya di dunia, bahkan perihal sekecil mengunggah foto/gambar di fesbuk.

Perkara ini begitu kecil namun sering dilakukan, namun bila tak ada satu pun yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai perbuatan baik, maka semuanya akan menjadi beban besar catatan perbuatan buruk kita. Na’udzubillahi min dzalik

ramadoni (23 Posts)

Lelaki ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Tahun 2005, Doni melalui SPMB diterima di program Studi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Keperawatan tahun 2009. Walau mengenyam materi keperawatan, Ia sebenarnya sangat menyukai bidang Web Development, Photography, Videography, Computer Hardware, Social Media, dan Olahraga (Taekwondo dan Volley). Selama menjadi mahasiswa ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa baik tingkat Fakultas maupun Universitas. Di usia 23 tahun Doni mampu membulatkan tekad untuk segera menggenapkan separuh agama nya dengan menikahi perempuan pilihannya, Nurul Widiyastuti. Dalam berumah tangga, Ia ingin sekali menjadi ustadz minimal di keluarga nya sendiri yang senantiasa mengingatkan dan memberi contoh yang baik tentang nilai-nilai Islam.


Leave a Reply