risau itu baik adanya.

tidak semua kerisauan harus dirisaukan. karena nyatanya. ada kerisauan yang membawa ketenangan. tenang, masih ada risau. tenang, hati masih tergerak untuk memikirkan. hingga menjadikannya risau. risau akan dosa lalu dan yang akan datang. risau akan ketidaktepatan janji. risau akan tidak diterimanya amal dan tidak terampuninya dosa. risau akan generasi yang lemah sepeninggal kita. dan risau-risau lainnya hingga menandakan hati kita hidup. rasa risau sangat diperlukan. meski tak berarti selamanya kita harus risau. Ia berfungsi sebagai penyeimbang bagi seluruh langkah hidup. agar kita tidak terlena. terlena akan fatamorgana. dunia.

lunbul89 (75 Posts)

Bulun panggilannya, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Melalui SPMB tahun 2007 Nurul berhasil menjadi mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ia mendapat gelar Sarjana Keperawatan Tahun 2011. Melanjutkan program studi Profesi Keperawatan satu tahun setelah nya hingga meraih gelar Ners. Juli 2012 ia menyudahi rangkaian studi selama 5 tahun. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas, Lembaga dakwah Kampus juga Lembaga Dakwah Fakultas menjadi “tempat belajar” Nurul selama menjadi mahasiswi. Perempuan yang suka membaca buku, menulis, dan membaca puisi ini mengakhiri masa lajang nya dua bulan usai berakhirnya program profesi. Masih berdecak kagum dan bertasbih memuji Tuhan nya ketika dengan sadar bahwa yang menjadi suami nya kini ialah kakak tingkat satu fakultas nya saat menjadi mahasiswi yang meng-ospek angkatan-nya saat tahun 2007 lalu.


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.