satu SMS di nomor Simp*ti

Izinkan saya Berbagi kisah yang semoga terpetik hikmah.
Tentang anak manusia yang baru saja melepas status mahasiswa.
Anak manusia yang semasa kuliah berteman Karib Dengan organisasi.

Baik eksekutif maupun semi Otonomnya.
anak manusia yang dalam cerita ini menjadi orang pertama.
Alkisah dimalam usai tarawih, selepas berbincang dan makan malam bersama keluarga nya, anak ini menuju kamar tidurnya. Sambil masih memegang wudhu ia kembali melanjutkan hentian tilawahnya maghrib tadi. Kedua jarum jam telah Bergeser, kemudian seperti biasanya, ia kembali “menyapa” buku harian nya. Baru menulis satu baris, ia teringat handphone, siapa tahu ada jarkom. Lalu benar saja, ada 1 SMS disana..
“subhanallah, teteh ani SMS.” membatin.

Teteh ani (bukan nama sebenarnya) merupakan akhwat yg dulu lumayan akrab dg si orang pertama di cerita ini. akrab karena satu organisasi keislaman di kampus. Satu dari sekian banyak akhwat yg orang pertama kagumi.
dengan lihai jemari orang pertama menekan keypad handphone. .
menatap lamat layar . . .
hingga usai diakhir kata sms tersebut. .
“Allaaahhhhh . . . . . . ” lirih nya.

lalu, ia segera menemui saudara serahim nya.
meminta nasihat kebajikan. .
takut, kalau-kalau jawabannya -yang hanya dari diri nya- terayu oleh bisikan syaithan.
lalu, ia beralih ke wali -nya. .
orang yang bertanggung jawab penuh atas dirinya..
walaupun ia tahu, jawabannya akan sama dengan obrolan yang pernah ia utarakan sebelumnya. .
“kerja dulu lalu boleh menikah” ujar sang wali.
orang pertama menuruti titah wali nya..
dasar nya, ridhallahi fii ridhawalidain..
walaupun di usia sebaya nya banyak orangtua yang meridhai anaknya menikah walau tanpa lebih dahulu bekerja. .
——————–
ahh yaa. . saya kira para pembaca sudah tahu akan dibawa kemana akhir cerita ini..
dan berusaha menebak apa gerangan isi sms dari teteh ani tadi . . .
cukuplah kiranya ucapan lirih “Allaaaahhh. . .. . .” tadi mengimaji para pembaca akan hadirnya sebuah berita yang cukup menjadi kecamuk dibenak orang pertama..
seperti halnya menyegerakan untuk beramal , ,
apakah ke masjid ini dulu atau ke masjid sana dulu. .
dua-duanya judul nya untuk mendekatkan diri pada Rabb nya . .
lebih tepat nya . .
“menggenapkan dien dan berbakti kepada orangtua..”
dan singkat cerita. .
kisah ini tidak berakhir happy ending (bagi manusia, tentu bagi Allah lain cerita )
saya yakin kisah ini pun sudah berada sejak pena terangkat dan lembaran-lembaran telah kering..
dan Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. percayalah. sekalipun hati mu ingin menggenapkan dien terlebih dahulu..
terangkum kalimat yang dituliskan dengan tinta berwarna pink di buku harian orang pertama :
” Allah, semoga Engkau sandingkan ia -lelaki yang belum aku ketahui rupa, bahkan namanya- dengan sebaik-baik wanita pilihan Mu.. jadikan mereka pengantin surga dan penerima mahkota dari penerus-penerus mereka yang shalih lagi hafidz. . aamiiiin”

1 Comment

Leave a Reply to bermula di ramadhan 1433 H | #DoniNurul Cancel reply