Temporary Long Distance Marriage

Boleh dan lebih mudah bila disingkat dengan TLDM,

Sebuah istilah yang saya sendiri lah berlaku sebagai pembuatnya, jadi jangan heran bila tak bisa Anda temukan satu pun sumber yang menggunakan istilah keren ini.

Lalu pertanyaannya adalah ngapain saya membuat istilah baru ini, dan apaan sih artinya? Jawabannya sangat sederhana, karena saya sedang mengalaminya. Kemudian untuk menjawab pertanyaan yang kedua, TLDM adalah salah satu bentuk hubungan antara sepasang manusia dengan beda jenis kelamin yang sah dan halal karena telah diakreditasi oleh penghulu dan jajaran kementerian agama, juga telah direstui oleh bapak si perempuan lengkap dengan saksi-saksi plus hadirin yang datang menyaksikan prosesi akadnya.

photo by artemiscrow @deviantart

Umumnya istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang hampir mirip dengan yang sedang saya alami saat ini adalah LDR (Long Distance Relationship), namun berhubung kata relationship ini sungguh sangat tidak jelas maksudnya apakah hubungan pertemanan, persaudaraan, atau bahkan hubungan permusuhan maka saya ganti dengan TLDM (Temporary Long Distance Marriage) , karena hubungan yang saya maksud sudah jelas yaitu hubungan pernikahan saya dengan istri tercinta yang sedang nun jauh di Ende sana sebagai perawat yang ikut berjuang dalam program Pencerah Nusantara. Lalu mengapa ada kata temporary di sana? karena sudah jelas rentang waktunya sampai kapan hubungan pernikahan kami harus dilalui dengan keterpisahan jarak hingga ribuan kilometer ini, InsyaAllah hingga akhir September 2013.

Semoga keterpisahan sementara kami ini, mengundang keberkahan yang berlipat dari Sang Illahi, karena bukan semata dunia yang kami perhitungkan dalam menjalankannya, bukan pula sekedar pujian dan decak kagum yang kami harapkan, oleh karenanya biarlah Rabb kami yang menilai dan memberi balas atas semua perjuangan di masa-masa awal pernikahan kami ini.

Semoga rindu di antara kami ini, menjadi pengingat di saat-saat sulit ketika tantangan-tantangan yang mungkin lebih berat mendatangi rumah tangga kami nanti, dan biarlah Sang Pemberi Rindu yang memberikan kami kekuatan untuk tetap saling sabar, saling mempercayai, dan saling mendukung di dalam masa-masa penantian hingga bertemu kembali di satu tahun yang akan datang.

Juga semoga kesenjangan jarak ini, tak menjadikan hati kami berjarak satu sama lain, tak menjadikan semangat kami luntur untuk selalu hidup beriringan di jalan-Nya, tak jua menjadikannya alasan untuk kendur berdoa dan memohon supaya kiranya diberikan kesehatan, keselamatan, juga keberkahan di tiap-tiap tarikan napas dan semburan nadi kami.

aammiiin ya robbal ‘alamin….

 

ramadoni (23 Posts)

Lelaki ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Tahun 2005, Doni melalui SPMB diterima di program Studi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Keperawatan tahun 2009. Walau mengenyam materi keperawatan, Ia sebenarnya sangat menyukai bidang Web Development, Photography, Videography, Computer Hardware, Social Media, dan Olahraga (Taekwondo dan Volley). Selama menjadi mahasiswa ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa baik tingkat Fakultas maupun Universitas. Di usia 23 tahun Doni mampu membulatkan tekad untuk segera menggenapkan separuh agama nya dengan menikahi perempuan pilihannya, Nurul Widiyastuti. Dalam berumah tangga, Ia ingin sekali menjadi ustadz minimal di keluarga nya sendiri yang senantiasa mengingatkan dan memberi contoh yang baik tentang nilai-nilai Islam.


1 Comment

  • rosa says:

    Aku merasakan situasi kalian adalah hal yang paling romantis di seluruh dunia.
    Tidak hal atau masalah lain yang kalian rasakan selain menahan rasa rindu yang panjang.
    Well…its must be really romantic feeling right…
    Wondering what he or she doing right now….
    The love can comes up in more and more….

    Wish the best for you both
    Rosa
    ———————————

Leave a Reply