analogi

diadora dan power

diadora dan power

ba’da tilawah subuh tadi kami berberes kamar lalu bersiap untuk memulai rencana -yang sebenarnya- sudah dari ramadhan lalu kami ingin laksanakan.. Lari Pagi.

hihi.. ya kami merasa berat tubuh kami semakin terbawa gravitasi. #eleuh

saya yang kalau kelamaan berdiri saat masak di dapur setelahnya selalu ingin berbaring sambil meluruskan kaki dengan menyanggah ke tembok. Sementara suami kelamaan duduk depan laptop mengerjakan segala pekerjaan dan hobi nya. kemudian kami menyimpulkan pada satu titik, kami kurang “banyak gerak”.

 

Taman Wijaya Kusuma yang berlokasi di Cilandak , Jakarta Selatan menjadi tujuan kami untuk lari pagi. Jaraknya hanya 1 rumah dari rumah yang kami tinggali saat ini. Tersadar bahwa kenapa kami baru mau lari pagi sekarang? padahal jaraknya sangat dekat dari rumah.

 

sebagai awal mula kami lari selama 5-7 menit. keringat pun mulai membasahi  wajah kami. *oiya sebelumnya jgn lupa pemanasan ya, tadi kami lakukan pemanasan sambil jalan santai keliling taman 1 putaran*

setelah itu kami melakukan pendinginan di depan tukang bubur langganan kami. #deuh :p

 

Lari pagi sudah, kemudian Sarapan sudah.

lalu saya kembali dengan aktivitas mencuci baju, sementara suami sudah berada di depan laptop lagi #aeeeeh XD

kemudian selang 10 menit proses mencuci baju berjalan, dibukalah dengan diskusi seperti ini :

Suami : ” jika tubuh kita hari ini ibarat pemerintahan, mungkin gerak badan yang kita cipta tiap hari itu adalah kemajuan perekonomian rakyat. nah, ekonomi maju pasti moda transportasi juga akan di upgrade berkala ,  karena penumpang yang butuh transportasi itu akan semakin banyak. tapi sebaliknya kalau ekonomi tersendat, bus pada rongsokan, trus penumpang yang naik bis 1-2 orang. apa sehat itu pemerintahan?”

istri : %$@@!%&*&%#$#

maksudnyaa

suami : kalau tubuh kita gerak tiap hari nya, lari pagi kayak begini terus, pasti kebutuhan oksigen meningkat, dan produksi darah juga lancar.

sehat lah kita,

—— end—

jadi ya, jujur ini baru kali pertama suami saya cerita sambil ber-analogi.

Yap.

karena Olahraga gak perlu harus ke gym. cukup taman atau bahkan jalan depan rumah kita tujuan untuk lari pagi.

 

oke, saat nya menanggalkan tag-line ini

: ” Ketika Istri tidak bisa menguruskan badan, maka Gendutkanlah suami agar istri semakin terlihat kurus. ”

 

Salam Sabtu Semangat !

 

-Cilandak , menunggu suami meeting

 

lunbul89 (75 Posts)

Bulun panggilannya, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Melalui SPMB tahun 2007 Nurul berhasil menjadi mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ia mendapat gelar Sarjana Keperawatan Tahun 2011. Melanjutkan program studi Profesi Keperawatan satu tahun setelah nya hingga meraih gelar Ners. Juli 2012 ia menyudahi rangkaian studi selama 5 tahun. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas, Lembaga dakwah Kampus juga Lembaga Dakwah Fakultas menjadi “tempat belajar” Nurul selama menjadi mahasiswi. Perempuan yang suka membaca buku, menulis, dan membaca puisi ini mengakhiri masa lajang nya dua bulan usai berakhirnya program profesi. Masih berdecak kagum dan bertasbih memuji Tuhan nya ketika dengan sadar bahwa yang menjadi suami nya kini ialah kakak tingkat satu fakultas nya saat menjadi mahasiswi yang meng-ospek angkatan-nya saat tahun 2007 lalu.


2 Comments

Leave a Reply