Disiplin Memanfaatkan Waktu

waktuMateri ini saya dapatkan saat menghadiri kajian akhir pekan di Masjid Sunda Kelapa seusai saya pulang kantor hari Jum’at kemarin, dan yang bertindak sebagai pemberi materi adalah ustadz M. Yusuf Shandy seorang trainer di KQM (Kauny Quantum Memory) lembaga pelatihan dalam bidang menghafal Quran.

Paling tidak ada 3 dasar dalam Al-Quran yang membahas mengenai pentingnya waktu dan perintah supaya kita manusia memanfaatkan waktu dengan baik supaya tidak menyesal di akhirat kelak.

Surat Al-Hasyr Ayat 18 dan 19

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (18)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (19)

dari ayat-ayat di atas ustadz M. Yusuf Shandy menjelaskan bahwa setiap muslim yang beriman dan bertakwa harusnya mempersiapkan dirinya mulai dari sekarang, saat nafas masih di kandung badan. Mempersiapkan diri untuk hidup di akhirat nanti, perbanyak amalan dan jangan sampai ada waktu yang terbuang untuk melakukan kegiatan-kegiatan selain yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah, karena bila kita lupa kepada-Nya maka Allah akan menjadikan kita orang yang lupa kepada diri kita sendiri dan akan termasuk kepada golongan orang-orang yang fasik.

Surat As-Sajdah Ayat 12

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.

dijelaskan bahwa berdasarkan ayat ini Allah menggambarkan bahwa orang-orang yang tidak menggunakan waktu hidupnya di dunia untuk mendekatkan diri kepada-Nya maka orang-orang itu menjadi menyesal ketika di akhirat karena menyaksikan sendiri siksaan atas akibat perbuatannya di dunia yang melalaikan amalan-amalan saleh.

Surat An-Naba’ Ayat 40

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah.

Di Ayat ini juga digambarkan bagaimana orang-orang kafir yang mengingkari Allah dan Rasulnya juga menyesal saat siksa datang di hari pertanggung jawaban kelak, dan mereka bahkan berpikir bahwa lebih baik diciptakan bukan sebagai makhluk tapi sebagai tanah karena mereka harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya semasa hidup di dunia.

Lalu lebih lanjut ustadz M. Yusuf Shandy menjelaskan tentang cara mengoptimalkan waktu kita selama hidup di dunia ini agar tidak menyesal di akhirat kelak, yaitu:

  1. Memanfaatkan waktu yang ada untuk lebih dekat dengan Allah, bisa dengan menghadiri majelis-majelis ilmu dan melakukan ibadah-ibadah wajib dan sunnah dengan disiplin.
  2. Memanfaatkan waktu yang ada dengan menebar manfaat seluas-luasnya kepada orang lain, bisa dengan mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang ada di lingkungan sekitar, atau aktif di lembaga non-profit untuk kemudian memberikan sebagian waktu, tenaga, dan rezeki demi kepentingan masyarakat.

Adapun contoh-contoh ibadah yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan waktu, yang mana bila amalan-amalan ini dilakukan bahkan malaikat pun akan berbaris ikut mendoakan supaya Allah memberikan keberkahan kepada kita:

  1. Saat adzan berkumandang kita menghampiri mesjid/musholla terdekat lalu menuju saf terdepan di bagian sebelah kanan dan menjawab setiap panggilan adzan yang dikumandangkan oleh muadzin.
  2. Berdoa di antara waktu setelah adzan dan sebelum iqomah, karena pada waktu tersebut doa kita tidak akan ditolak Allah SWT.
  3. Berdzikir kepada Allah setiap selesai melakukan solat dan dalam kondisi wudhu yang tidak batal.
  4. Perpanjanglah doa di setiap hati Jum’at ba’da solat Ashar, karena di waktu tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Itulah sedikit buah tangan yang bisa saya berikan dari kajian akhir pekan yang diselenggarakan oleh RISKA ba’da Magrib Jum’at kemarin.

Semoga ada manfaatnya dan semoga menjadi pengingat bagi diri yang fakir ilmu dan amal ini, aamiin.

 

ramadoni (23 Posts)

Lelaki ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Tahun 2005, Doni melalui SPMB diterima di program Studi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Keperawatan tahun 2009. Walau mengenyam materi keperawatan, Ia sebenarnya sangat menyukai bidang Web Development, Photography, Videography, Computer Hardware, Social Media, dan Olahraga (Taekwondo dan Volley). Selama menjadi mahasiswa ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa baik tingkat Fakultas maupun Universitas. Di usia 23 tahun Doni mampu membulatkan tekad untuk segera menggenapkan separuh agama nya dengan menikahi perempuan pilihannya, Nurul Widiyastuti. Dalam berumah tangga, Ia ingin sekali menjadi ustadz minimal di keluarga nya sendiri yang senantiasa mengingatkan dan memberi contoh yang baik tentang nilai-nilai Islam.


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.