Memanfaatkan Usia

Taujih Ust ilham ST

Kenikmatan khusus untuk umat islam bersyukur dan bersabar. Langkah dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu. Hati tidak diberatkan karena Allah sudah menentukan. Ini nikmat hidayah, ta’liful qulub( ikatan hati) juga ikatan aqidah.

Kematian itu perkara yang pasti. Allah SWT berfirman “qullu nafsin dzaa iqotul maut” setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Tidak penting kapan dimana kita meninggal, yang terpenting dalam keadaan apa kita meninggal.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (QS. ali imron 102) .

Terdapat 90 ayat dalam al-qur’an mengenai “yaa ayyuhaalladzi na’amanuu” panggilan kesayangan dari Allah kepada hamba-Nya yang beriman. seharusnya kita bersegera dalam melaksanakan apa yang diperintahkan Nya atas kita.

“Innaddina ‘Indallahil Islam” (qs.Ali imran :19)
Bahwa sesungguhnya agama disisi Allah adalah islam. Karena nya sedikit pun jangan kita berpaling dari agama ini, sampai kita mati.

Memanfaatkan usia dgn ber-muhasabah , kontemplasi menghisab diri tiap hari..

Dalam Al-hasyr : 18
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa2 yg diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. ”

Kemudian pesan dari khalifah umar bin khattab, “Hisablah diri kalian sebelum dihisab, timbanglah diri kalian sebelum ditimbang. Sesungguhnya bermuhasabah pada hari ini (di dunia) lebih ringan dari pada hisab di kemudian hari (akhirat)”.

Waktu setahun atau sebulan, seminggu atau sehari, sejam atau semenit bahkan setiap detik yang telah dilalui tidak akan pernah kembali lagi

Sungguh sangat merugi orang-orang menghabiskan waktunya di dunia ini, kecuali bagi mereka yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran (QS. al-Ashr 103: 1-3).

Seorang muslim harus memanfaatkan sisa umurnya dengan memperbanyak amal saleh. Karena umur manusia pasti akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Allah berfirman, “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Aku menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada- Ku?” (QS. Al-Mukminun 23: 115)

Tidak. Sungguh bukan untuk itu manusia dicipta.
Lalu untuk apa?
Dalam surat Adz-zariyat 51 : 56 Allah berfirman :
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”

Muhasabah merupakan ciri seorang muslim yang cerdas. Diriwayatkan dari  Syaddad bin Aus ra., Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu menginstospeksi diri dan beramal untuk kematiannya.

Sesungguhnya Allah selalu mengingatkan kita untuk pandai menggunakan waktu. Allah selalu mengirimkan kita surat cinta dalam alIqur’an terkait urgensi nya waktu.
Semisal dalam surat al -ashr, al-falaq, al-qadr, ad-duhaa, al-lail, al-fajr. Allah mengingatkan kita. agar kita selalu disiplin atas waktu hingga semua waktu yang kita lalui bernilai ibadah dihadapan Nya.
Allah sudah sangat baik , lalu apakah kita patuh dan taat dalam memanfaatkan waktu yang disediakan?

Berapa sering kita memulai pekerjaan dengan basmallah ?
Berapa sering kita meluruskan niat dalam pekerjaan?

Niat itu di awal, di tengah dan di akhir
Luruskan niat karena Allah agar bernilai ibadah

Yusuf qardhawi, Memaknai hakikat waktu:

1. Waktu cepat berlalu (hanya sebentar)
(qs. al mu’minun 112-114 )

Lalu jawablah dalam hati mu,
Kini
Umurmu kau habiskan untuk apa?
Masa muda mu untuk apa?
Harta mu kau dapat darimana? Cara yg haramkah?
Kau belanjakan harta mu kemana?
Ilmu mu apakah sudah kau amalkan pada dirimu? Keluarga mu? Masyarakatmu?

Karena,
1000 th dunia 1 hari akhirat
63 tahun di dunia = 1,5 jam di akhirat

Hakikatnya semakin panjang usia kita semakin berat ujian kita, artinya semakin lama hisab kita..
Hakikatnya dunia itu adalah ujian.
Ujian dan pujian keduanya sama. Jangan lengah sedikitpun baik saat diuji maupun dipuji.
Bukankah, banyak orang yang memuji ia kadang ia sendiri lupa bahwa siapa yang sebenarnya dipuji??

Karenanya ketika dipuji, ucaplah
“Alhamdulillah hadza min fadli rabbi”
ini adalah karunia dari Tuhan ku. Bukan kah, Memuji Allah pun bernilai ibadah ?

2. Waktu yg berlalu tidak dapat kembali lagi..

Walaupun harinya sama. Senin bertemu senin, tetapi ia senin di tanggal yang berbeda dari senin sebelumnya.

Manusia itu pengendara diatas jalan usia. Kita semakin menuju kuburan menjauhi dunia.

Lalu hari pun berkata,
“Aku saksi atas apa yang kamu kerjakan di hari ini ”

Lalu, Bagaimana agar dapat memanfaatkan usia?
Jawabannya ada pada waktu.

Bagaimana menata waktu agar lebih bermanfaat?

1. Menjaga manfaat waktu. Agar smua bernilai pahala jangan lupa untuk meluruskan niat. duniawi dan ukhrowi : tawadzun (seimbang)

2. Tidak menyia-nyiakan waktu.

3. Tidak membuang-buang waktu

4. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khairat, karena hisab pada akhirnya nafsi-nafsi.

5.Belajar dari pengalaman masa lalu.

6. Menata waktu, menjaga agar waktu bermanfaat.

*Masjid nur ilahi , desa meramare, kampung nangakeo, kecamatan nanga panda,
Kabupaten ende, NTT

*31 desember 2012

Leave a Comment