pdkt belum berhasil

siang hari di lapangan sepak bola, jalan riau kali. belakang terminal baranangsiang. di tempat makan pempek.

saya : permisi pak *senyum*
Tn. A : *senyum
saya : lagi makan pempek pak?
Tn. A : iya, *senyum
(memikirkan strategi pendekatan berikutnya, dengan jantung yang berdegup)
(ikut mesen pempek , dgn harapan bisa ngobrol smbil makan sampingan ma Tn. A)

pempek yang dipesan dateng, dan tidak dinyanya Tn. A berdiri langsung kabur. . .
*padahal baru saja makan bekel yang dibawa dr rumah 😀
alhasil,, pempek yg dipesan harus dihabiskan. tanpa ada percakapan dengan Tn. A yang langsung kabur usai menghabiskan pempek nya. -__-

melakukan percakapan dengan abang pempek :
saya : bapak yang tadi rumahnya dimana bang?
abang : wah nteu paham abdi mah
saya : hmm bapak nya sudah bayar ?
abang : sudah . . kenapa neng?
saya : mau ngobrol aja ma bapak tadi. tapi belum ngobrol udah kabur.
abang : dia mah nanti juga balik lagi. tidur nya ya di samping posko si eneng ituh. udah 4 tahun saya jualan disini. bapak tadi udah ada di posko neng.

*oooh . . .

analisa :
belum berhasil melakukan pendekatan ke pasien dengan gangguan jiwa.
baru mendapatkan data sekunder dari abang pempek.

*sore ini masih di posko mahasiswa profesi jiwa komunitas RW 03 kelurahan baranangsiang : sambil menunggu Tn. A duduk disamping posko (lagi)

next : klien dengan halusinasi. . .

lunbul89 (75 Posts)

Bulun panggilannya, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Melalui SPMB tahun 2007 Nurul berhasil menjadi mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ia mendapat gelar Sarjana Keperawatan Tahun 2011. Melanjutkan program studi Profesi Keperawatan satu tahun setelah nya hingga meraih gelar Ners. Juli 2012 ia menyudahi rangkaian studi selama 5 tahun. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas, Lembaga dakwah Kampus juga Lembaga Dakwah Fakultas menjadi “tempat belajar” Nurul selama menjadi mahasiswi. Perempuan yang suka membaca buku, menulis, dan membaca puisi ini mengakhiri masa lajang nya dua bulan usai berakhirnya program profesi. Masih berdecak kagum dan bertasbih memuji Tuhan nya ketika dengan sadar bahwa yang menjadi suami nya kini ialah kakak tingkat satu fakultas nya saat menjadi mahasiswi yang meng-ospek angkatan-nya saat tahun 2007 lalu.


Tags: ,

Leave a Reply